MAMBRUK VICTORIA

Mambruk Victoria atau Goura victoria adalah salah satu dari tiga burung dara mahkota dan merupakan spesies terbesar di antara jenis-jenis burung merpati. Populasi Mambruk Victoria tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu dan hutan rawa di bagian utara pulau Papua, termasuk pulau Yapen, Biak, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

KANGURU MANTEL EMAS

Kanguru-pohon Mantel-emas (Dendrolagus pulcherrimus) ialah sejenis kanguru-pohon yang hanya bisa didapat pada hutan pegunungan pulau Papua. Jenis binatang ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan.

BURUNG CENDERAWASIH

Cenderawasih Kuning-besar atau Paradisaea apoda tersebar di hutan dataran rendah dan bukit, yang terletak di barat daya pulau Papua dan pulau Aru. Makanannya adalah buah-buahan, biji-bijian dan serangga kecil. Burung ini juga dijuluki sebagai burung surga, Bird of Paradise.

BURUNG KASUARI

Burung ini tidak bersayap, hidup soliter. Hewan ini termasuk ke dalam golongan fruktifora atau hewan pemakan buah-buahan. Berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur. Kasuari (Casuarius unappendiculatus) hidup Papua dan Papua New Guinea. Daerah sebarannya di Papua bagian Utara dan dari sinilah nama Inggrisnya berasal, Northern Cassowary.

HIU PAUS

Hiu paus (Rhincodon typus) atau Whale Shark adalah ikan terbesar di dunia yang mengonsumsi plankton dan ikan-ikan kecil sebagai makanannya. Di Papua, Hiu Paus dapat ditemukan di perairan Teluk Cendrawasih, Kabupaten Nabire, Papua Barat.

Tampilkan postingan dengan label PAPUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAPUA. Tampilkan semua postingan

4 Mar 2016

LUAS WILAYAH KABUPATEN/KOTA di PAPUA


Luas Daerah  Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua
Tahun 2014
Kabupaten/KotaLuas (km2)
Merauke47 406.90
Jayawijaya2 331.19
Jayapura14 390.16
Nabire4 549.75
Kepulauan Yapen4 936.37
Biak Numfor13 017.45
Paniai20 686.54
Puncak Jaya2 446.50
Mimika2 300.37
Boven Digoel24 665.98
Mappi23 178.45
Asmat24 687.57
Yahukimo15 057.90
Pegunungan Bintang14 655.36
Tolikara6 149.67
Sarmi13 965.58
Keerom9 015.03
Waropen5 381.47
Supiori 634.24
Mamberamo Raya28 034.87
Nduga5 825.22
Lanny Jaya3 439.79
Mamberamo Tengah3 384.14
Yalimo3 658.76
Puncak5 618.84
Dogiyai4 522.15
Intan Jaya9 336.60
Deiyai2 325.88
Kota Jayapura 950.38
Papua316553.074
Sumber : Kanwil Badan Pertanahan Nasional Provinsi Papua

3 Mar 2016

5 Distrik di Kabupaten Keerom Yang Berbatasan Dengan PNG




Kabupaten Keerom merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea (PNG). Terdapat 5 distrik di kabupaten ini yang wilayahnya berada di garis batas negara. 

1.Distrik Waris 
   6 Kampung 1.Kalimo 
                      2.Yuwainda
                      3. Banda
                      4. Pund
                      5. Kalifam
                      6. Ampas
Jumlah  Penduduk      :   3343 jiwa
                Laki-laki       :  1727 
                Perempuan  :  1616     
Rumah Tangga            :  609
Luas Daerah                :  911,94 km2


2.Distrik Towe 
   1.Kampung Bias
      Jenis Kelamin        : Laki-laki : 1364, Perempuan :1149
      Jumlah penduduk  : L/P : 2513 jiwa
      Luas Daerah          :  711,75 km2
      Rumah Tangga      : 501

3.Distrik  Senggi  
   1. Kampung Yabanda
      Jenis kelamin         : Laki-laki : 1751, Perempuan: 1247
      Jumlah penduduk  : L/P : 2998 jiwa
      Luas Daerah          : 3088,55 km2
     Rumah Tangga       : 655

4.Distrik Web  
   3 Kampung   
      1. Semografi
      2. Amgotro
      3.Yuruf
     Jenis Kelamin          : Laki-laki : 1492, Perempuan :1190
     Jumlah Penduduk    : L/P: 2682 jiwa
     Luas Daerah            : 1050,75 km2  
     Rumah Tangga        : 579

5.Distrik  Arso Timur 
   3 Kampung
    1.Kibay
    2.Sangke
    3.Skofro
    Jenis Kelamin            : Laki-laki : 2956, Perempuan : 2270  
    Jumlah Penduduk      : L/P :5226 jiwa
    Luas Daerah              : 461,16 km2
    Rumah Tangga          : 1169

Sumber Dari BPS Kabupaten Keerom : Keerom Dalam Angka 2015


23 Feb 2016

Program Aksi Lukmen 2013-2018


Program Aksi Lukmen 2013-2018:

1. Mewujudkan Papua terang dengan ketersediaan pasokan lisrik dan air bersih bagi seluruh masyarakat kawasan pesisir sampai pegunungan.
2. Mewujudkan pembangunan perumahan layak huni bagi masyarakat berbasis lokal.
3. Akselarasi pembangunan infrastruktur kampung.
4. Akselarasi pembangunan infratruktur lintas daerah.
5. Pengembangan kapasitas kampung.
6. Pengembangan hak-hak masyarakat adat Papua.
7. Penguatan dan pemberdayaan kapasitas perempuan.
8. Peningkatan perekonomian usaka makro dan kecil, menengah.
9. Pemberian jaminan sosial bagi manula, orang cacat dan ibu rumah tangga asli Papua.
10. Pembebasan biaya kesehatan dan pendidikan bagi keluarga tidak mampu.
11. Pengembangan prestasi olah raga, kreativitas seni dan penguatan budaya lokal utama.

 Program Utama:
1. Mengevaluasi dan melanjutkan program-program pembangunan saat ini berdasarkan prioritas kebutuhan, ketersediaan pendanaan, dan angka waktu pemanfaatan.
2. Melakukan sinkronisasi dan harmonisasi hubungan kerja antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum berjalan harmonis dan strategis.
3. Penegakan hukum, stabilitas keamanan, ketertiban umum, dan HAM melalui pemantapan koordinasi kerja antara eksekutif, legislatif dan yudikatif.
4. Melakukan peningkatan kualitas iman, ketakwaan dan emosional masyarakat dalam rangka membagun manusia Indonesia seutuhnya.
5. Memperkuat kapasitas kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam rangka memperpendek jalur birokrasi dan sosialisasi kebijakan-kebijakan pusat di daerah, serta  peningkatan kualitas pelayanan aparatur pemerintah daerah yang bersih, berwibawa dan disiplin dalam melaksanakan tangung jawab kepada masyarakat.
6. Penyelesaian persoalan tapal batas  antara negara, provinsi dan antara kabupaten yang menjadi potensi konflik dalam pembangunan.

___________________
Sumber: Cenderawasih Pos
foto: papua.go.ig

15 Wilayah Pemilihan Anggota MRP


15 Wilayah Pemilihan (WP) Anggota MRP

WP          Jumlah Kursi           Wilayah
I               4                 Kota Jayapura, Kab. Jayapura dan Keerom.
II              2                 Mamberamo Raya, Sarmi
III             2                 Kepulauan Yapen, Waropen
IV             2                Supiori, Biak Numfor
V              4                Nabire, Dogiyai, Deyai, Paniai.
VI             4                Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Mimika.
VII            2               Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Yalimo.
VIII           2               Tolikara, Nduga, Lanny Jaya.
IX             2               Yahukimo, Pegunungan Bintang
X              2               Merauke dan Mappi.
XI             2               Boven Digoel dan Asmat.
XII            6               Manokwari, Teluk Wondama, Bintuni.
XIII           6               Kota Sorong, Kab. Sorong, Raja Ampat.
XIV          6               Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan.
XV           4               Kaimana dan Fakfak. 

_______________
sumber : Humas MRP

25 Apr 2014

Fungsi Hutan Provinsi Papua


Berikut ini adalah Pembagian Fungsi Hutan Provinsi Papua dan Papua Barat setelah pemekaran pada tahun 2003 sebagai berikut :

Fungsi Hutan Provinsi Papua
Luas kawasan hutan alam Provinsi Papua adalah 31.773.063[1] hektar. Luasan ini tersebar di 29 kabupaten/kota sebagai berikut: Asmat, Biak, Bovendigoel, Kab.Jayapura, Keerom, Kota Jayapura, Mappi, Merauke, Mimika, Nabire, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, Paniai, Sarmi, Tolikara, Jayawijaya, Waropen, Yahukimo, Kepulauan Yapen, Memberamo Raya, Supiori Lanny Jaya, Puncak, Yalimo, Deyai, Nduga, Dogiyai, Mamberamo Tengah dan Peg.Bintang dengan pembagian kawasan sebagai berikut :
1.       Kawasan Suaka Alam                      : 5.699.409 hektar
2.       Hutan Lindung                                 : 8.206.984 hektar
3.       Hutan Produksi                                : 8.144.478 hektar
4.       Hutan Produksi Terbatas                  : 1.769.221 hektar
5.       Hutan Produksi Konversi                  : 6.440.282 hektar
6.       Perairan                                          :    670.269 hektar
7.       Areal Penggunaan lain                      :    842.421 hektar
Kebijakan Pemerintah Provinsi Papua yang dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang disusun berdasarkan pada pembangunan ekonomi rendah karbon berbasis kepentingan dan peran masyarakat.




[1] Baca Statistik Kehutanan Provinsi Papua, 2008, Hal 2

Pembagian Kawasan Hutan di Tanah Papua


Luas areal Papua adalah 42.198.100 hektar. Sejak pemerintahan Orde Baru (1966 – 1998) hingga tahun 2002 wilayah Papua sebelum pemekaran Papua menjadi Provinsi Papua dan Papua Barat, hutan Papua telah dipetakan berdasarkan fungsinya sebagai berikut :
1. Hutan Cagar Alam                             :   7.539.300 hektar
2. Hutan Lindung                                   : 11.082.480 hektar
3. Hutan Produksi Terbatas                    :   2.166.950 hektar
4. Hutan Produksi Tetap                         :   9.967.350 hektar
5. Hutan Produksi yang dikonversi          : 10.044.690 hektar
6. Areal penggunaan lain                        :   1.397.330 hektar

Penataan ini, didasarkan pada pasal 33, Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa Bumi, tanah, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Secara khusus kewenangan Pemerintah dalam pasal 4 Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, dimana menyebutkan bahwa 1). Mengatur, mengurus hal yang berkaitan dengan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan; 2). Menetapkan atau mengubah status kawasan hutan, 3). Mengatur dan menetapkan hubungan-hubungan hukum antara manusia dengan hutan, serta mengatur perbuatan-perbuatan hukum mengenai kehutanan.

14 Jun 2013

10 Calon Anggota KPU Papua 2013

JUMAT 11 Juni 2013

Setelah mengikuti seleksi wawancara terstruktur di Hotel Mutiara, Kotaraja Dalam, Distrik Abepura, Jumat (14/6) lalu, dari 20 besar calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua akhirnya terseleksi lagi menjadi 10 besar (lihat tabel).

10 Besar Calon Anggota KPU Papua
  1. Adam Arisoy, SE
  2. Betty Wanane, SIP
  3. Emillia Woof, SH
  4. Heronimus Hilapok, M.Si
  5. Izak Hikoyabi, SE
  6. Melkianus Kambu, SIP,MM
  7. Novit Jigibalon,S.Sos
  8. Petrus Mambay, S.Pd
  9. Sadrak Nawipa,S.Sos
  10. Tarwinto,S.Pd
*) Disusun berdasarkan abjad

17 Mei 2013

DAFTAR GUBERNUR PAPUA


DAFTAR GUBERNUR PAPUA 

1.   Zainal Abidin Syah                 (1959-1961) 
2.   Pamudji                                (1961-1962)
3.   Elias Jan Bonai                      (1962-1964)
4.   Frans Kaisepo                        (1964-1973)
5.   Acub Zainal                           (1973-1975) 
6.   Sutran                                   (1975-1981) 
7.   Busyiri Suryowinoto                 (1981-1982)
8.   Izaac Hindom                         (1982-1988)
9.   Barnabas Suebu                      (1988-1993)
10. Jacob Pattipi                           (1993-1998)
11. Fredy Numberi                         (1998-2001)
12. Jacobus Perviddya Solossa        (2001-2005)
13. Sodjuangan Situmorang            (2005-2006)
14. Barnabas Suebu                      (2006-2011)
15. Pjs Syamsul Arif Rifai               (2011-2012)
16. Pjs Costant Karma                   (2013)
17. Lukas Enembe - Klemen Tinal    (2013-2017)

24 Apr 2013

Gubernur Lukas Enembe bertemu MRP

Gubernur, DPRP dan MRP Harus Bersatu

*) Gubernur Tak Ingin Membuat Rakyat Kecewa

JAYAPURA-Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP,MH mengunjungi Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kotaraja Abepura untuk memenuhi undangan dalam acara Rapat Koordinasi/Audiensi Antara MRP dan Gubernur Papua yang berlangsung di Ruang Sidang MRP, Rabu (24/4) kemarin. 

9 Apr 2013

MOMENT Menuju PAPUA I

MOMENT Menuju PAPUA I
1.       20 Juli 2011 . Koalisi Papua Bangkit mengumumkan dan mendeklarasikan Pasangan Lukas Enembe,SIP,MH dan Klemen Tinal  maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubenur Provinsi Papua di Swissbell Hotel Jayapura.
2.       14 Mei 2012, pasangan calon Lukas Enembe dan Klemen Tinal mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur ke DPRP.
3.       15 Desember 2012, pencabutan nomor urut 6 pasangan calon gubernur di kantor KPU Provinsi Papua. Pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal mendapat nomor urut 3.
4.       12 - 24 Januari 2013 Kampanye Pilgub Papua.
5.       29 Januari 2013, hari H Pencoblosan Pemilu Gubenur  Provinsi Papua
6.       13 Februari 2013 PLENO KPU Provinsi Papua, Pasangan LUKMEN atau Lukas Enembe dan Klemen Tinal dinyatakan sebagai pemenang Pilgub Papua dengan memperoleh suara terbanyak yakni 1.199.657 suara ( 52 %).
7.   11 Maret 2013, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan menolak gugatan 5 pasangan calon Gubenur dan Wagub Papua dan menguatkan keputusan Pleno KPU Papua (termohon) yang memenangkan pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal sebagai pasangan Gubenur dan Wakil Gubernur Papua terpilih.
8.   9 April 2013 Lukas Enembe,SIP,MH dan Klemen Tinal,SE,MM dilantik oleh Mendagri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Definitif periode 2013-2018 di Stadion Mandala Jayapura.

4 Mar 2011

DANA APBD PAPUA 2009-2011

TABEL DANA APBN UNTUK PAPUA

SUMBER                        TAHUN 2009  TAHUN 2010  TAHUN 2011

Dikelola Instansi Pusat       Rp 4,9 T       Rp 5,78 T,            Rp 7,358 T
DAU Provinsi Papua          Rp 1,05 T     Rp 1,148 T           Rp 1,276 T
DAU Kabupaten/Kota        Rp 8,06 T     Rp 9,971 T           Rp 11,638 T

DAK Provinsi Papua          Rp 81,2 M    Rp 75 M               Rp 96,316 M
DAK Kabupaten/Kota        Rp 1,5 T       Rp 1,453 T           Rp 2,220 T

Dana Otsus 2% DAU         Rp 2,609 T   Rp 2,69 T              Rp 3,157 T
Dana Infrastruktur Otsus    Rp 800 M     Rp 800 M              Rp 800 M



TOTAL                         Rp 19,058 T      Rp 21,89 T             Rp 28,016 T